novel kisah tentang seorang samurai di jepang, Miyamoto Musashi, pada abad pertengahan, ia bernama asli Shinmen Takezo, setelah banyak melewati berbagai bentuk pertarungan dan peperangan, ia memilih jalan samurai dan tinggal menyepi di pulau kyusu, ia banyak mencari pemahaman sejati atas falsafah kendo.
Home » Posts filed under novel terjemahan
Tampilkan postingan dengan label novel terjemahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label novel terjemahan. Tampilkan semua postingan
Download Novel Musashi
novel kisah tentang seorang samurai di jepang, Miyamoto Musashi, pada abad pertengahan, ia bernama asli Shinmen Takezo, setelah banyak melewati berbagai bentuk pertarungan dan peperangan, ia memilih jalan samurai dan tinggal menyepi di pulau kyusu, ia banyak mencari pemahaman sejati atas falsafah kendo.
Download Ebook Iblis Menggugat Tuhan
ALKISAH, seorang pendeta bernama Buhairah menarik diri dari gereja dan memutuskan hidup menyepi. Dalam kesendiriannya, dia menenggelamkan diri ke dalam kajian tehadap buku-buku Kristen. Namun upaya itu tak berhasil menghilangkan “kegelisahan” teologisnya.
Suatu saat, di dalam satu buku, Buhairah menemukan sebuah ramalan. Tentang tanda kenabian yang akan dilihatnya pada punggung seorang bocah kecil. Sebagaimana tercatat dalam sejarah Islam klasik, pada akhirnya Buhairah menemukan tanda kenabian itu di punggung muhamad SAW, yang kelak diangkat menjadi Rasul Allah.
Berangkat dari momentum pertemuan antara Buhairah dan Muhammad, Al Shawni memulai kisahnya. Tokoh Buhairah yang digambarkan sedang mengalami skeptisisme personal terhadap keesaan Tuhan diajak Rasulullah. Dia dibawa ke sebuah tempat yang jauh dari hiruk-pikuk keramaian, yang hanya diterangi kerlip dan redupnya bintang.
Di kesunyian itu, Buhairah mengalami komunikasi trsnsendental dengan sosok makhluk gaib yang tak lain adalah iblis. Mulai dari titik ini, pengarang menunjukkan “keliaran” imajinasi untuk meruncingkan konflik di dalam “tubuh” novelnya. Dengan teknik dan langgam penggisahan yang unik, Al-Shawni mendeskripsikan egosentrisme iblis.
Ketika pendeta Buhairah mempertanyakan latar belakang kesombongan iblis yang menolak sujud pada Adam, pengarang memanfaatkan moen itu untuk merumukan dalil-dalil filosofis dalam rangka menarasikan penggugatan iblis. Jelas sekali, Al-Shawni hendak menggelindingkan diskursus baru tentang riwayat pembangkangan iblis yang menolak sujud pada Adam.
Menurut Al-Shawni, penolakan iblis, yang kelak menjadi sebab keterkutukannya, bukan karena latar belakang ontologism. Bahwa iblis diciptakan dari api, sementara Adam hanya diciptakan dari tanah, sebagaimana penafsiran konvensional. Namun justru karena eksistensi Adam adalah pencerminan dosa-dosa iblis. Jadi, mana mungkin iblis mau bersujud pada cermin yang memantulkan buruk rupa wajahnya sendiri?
Bagi khalayak pembaca umum, membaca karya sastra adalah “menikmatinya”, bukannya menggali aspek-aspek kebenaran epistemologisnya. Jika pada paragraf-paragraf awal sebuah novel pembaca tak berhasil “meraih” kenikmatan dengan gambang mereka akan menutupnya.
Tetapi, sebagaimana diusung oleh Al-Shawni di dalam buku ini, barangkali membaca sastra tak cukup kalau sekedar menikmati. Pembaca perlu pemahaman yang intens, penafsiran kritis, dan yang lebih penting adalah penyingkapan misteri kebenaran epistemologis karya sastra sampai ceruk paling dalam.
Dalam buku ini, Al- Shawni seperti sedang mendadani karakter bejat iblis dengan jubah kebesaran filsuf yang penuh aura kearifan dan kejeniusan. Ia berhasil menggunakan metode adab al-jadl. Metode ini semacam kode etik berpolemik di kalangan pemikir muslim Abad Pertengahan, seperti muncul pada debat Buhairah dengan iblis.
Download Ebook Iblis Menggugat Tuhan
Suatu saat, di dalam satu buku, Buhairah menemukan sebuah ramalan. Tentang tanda kenabian yang akan dilihatnya pada punggung seorang bocah kecil. Sebagaimana tercatat dalam sejarah Islam klasik, pada akhirnya Buhairah menemukan tanda kenabian itu di punggung muhamad SAW, yang kelak diangkat menjadi Rasul Allah.
Berangkat dari momentum pertemuan antara Buhairah dan Muhammad, Al Shawni memulai kisahnya. Tokoh Buhairah yang digambarkan sedang mengalami skeptisisme personal terhadap keesaan Tuhan diajak Rasulullah. Dia dibawa ke sebuah tempat yang jauh dari hiruk-pikuk keramaian, yang hanya diterangi kerlip dan redupnya bintang.
Di kesunyian itu, Buhairah mengalami komunikasi trsnsendental dengan sosok makhluk gaib yang tak lain adalah iblis. Mulai dari titik ini, pengarang menunjukkan “keliaran” imajinasi untuk meruncingkan konflik di dalam “tubuh” novelnya. Dengan teknik dan langgam penggisahan yang unik, Al-Shawni mendeskripsikan egosentrisme iblis.
Ketika pendeta Buhairah mempertanyakan latar belakang kesombongan iblis yang menolak sujud pada Adam, pengarang memanfaatkan moen itu untuk merumukan dalil-dalil filosofis dalam rangka menarasikan penggugatan iblis. Jelas sekali, Al-Shawni hendak menggelindingkan diskursus baru tentang riwayat pembangkangan iblis yang menolak sujud pada Adam.
Menurut Al-Shawni, penolakan iblis, yang kelak menjadi sebab keterkutukannya, bukan karena latar belakang ontologism. Bahwa iblis diciptakan dari api, sementara Adam hanya diciptakan dari tanah, sebagaimana penafsiran konvensional. Namun justru karena eksistensi Adam adalah pencerminan dosa-dosa iblis. Jadi, mana mungkin iblis mau bersujud pada cermin yang memantulkan buruk rupa wajahnya sendiri?
Bagi khalayak pembaca umum, membaca karya sastra adalah “menikmatinya”, bukannya menggali aspek-aspek kebenaran epistemologisnya. Jika pada paragraf-paragraf awal sebuah novel pembaca tak berhasil “meraih” kenikmatan dengan gambang mereka akan menutupnya.
Tetapi, sebagaimana diusung oleh Al-Shawni di dalam buku ini, barangkali membaca sastra tak cukup kalau sekedar menikmati. Pembaca perlu pemahaman yang intens, penafsiran kritis, dan yang lebih penting adalah penyingkapan misteri kebenaran epistemologis karya sastra sampai ceruk paling dalam.
Dalam buku ini, Al- Shawni seperti sedang mendadani karakter bejat iblis dengan jubah kebesaran filsuf yang penuh aura kearifan dan kejeniusan. Ia berhasil menggunakan metode adab al-jadl. Metode ini semacam kode etik berpolemik di kalangan pemikir muslim Abad Pertengahan, seperti muncul pada debat Buhairah dengan iblis.
Download Ebook Iblis Menggugat Tuhan
Description: Download Ebook Iblis Menggugat Tuhan
Rating: 5.0
Reviewer: Admin
ItemReviewed: Download Ebook Iblis Menggugat Tuhan
Download Ebook The Girls of Riyadh by Rajaa Al Sanea
![]() |
| The Girls of Riyadh by Rajaa Al Sanea |
seorang wanita menggemparkan seantero negri. setiap Jumat siang, dia mengirim email ke banyak pengguna internet di segenap pelosok Saudi Arabia. Isinya berbagai hal yang selama ini dirahasiakan, dan terasa sulit untuk dibicarakan.
Masyarakat luas menjadi demam email itu dan selalu menunggu-nunggu untuk mendapatkan informasi baru. Akibatnya, di setiap sabtu pagi, kantor pemerintahan, rumah sakit, kampus perguruan tinggi, dan ruang sekolah menjadi arena mendiskusikan berita tersebut.
Pokoknya, surat-surat dunia maya ini menimbulkan gelombang pemikiran reformatif dan cetusan-cetusan revolusioner di banyak lapisan masyarakat.
Buku ini terbit pada tahun 2005 di arab saudi, namun akhirnya dilarang terbit atau dibredel karena kehebohan yang dimunculkannya. namun pembredelan ini tidak membuat Buku The Girls of riyadh ini mati. hak penerjemahannya dibeli oleh lebih dari 20 negara.
Luar biasa sekali kehebohan buku ini.
Download Ebook The Girls of Riyadh
Description: Download Ebook The Girls of Riyadh by Rajaa Al Sanea
Rating: 5.0
Reviewer: Admin
ItemReviewed: Download Ebook The Girls of Riyadh by Rajaa Al Sanea
Download Ebook A Thousand Splendid Suns
Novel Khaled Hosseini berjudul A Thousand Splendid Suns berkisah tentang dua perempuan yang mengalami penderitaan akibat peperangan dan pernikahan yang dipaksakan. Sama seperti The Kite Runner, novel kedua Khaled Hosseini ini masih mengambil latar belakang peperangan yang terjadi di Afghanistan.
Mariam (salah seorang karakter/tokoh dalam novel ini) adalah seorang harami – hasil dari hubungan gelap Nana dan Jalil. Jalil, adalah seorang pengusaha dan sudah mempunyai tiga istri. Sedangkan Nana, adalah pelayan di rumah Jalil. Untuk menyembunyikan aib ini, Jalil ‘memindahkan’ Nana ke sebuah rumah yang terpencil dan jauh dari kota. Bertahun-tahun, secara teratur Jalil mengunjungi kolba Nana dan Mariam setiap hari Kamis. Di hari Kamis itu, Mariam akan mendengar cerita-cerita indah ayahnya, dan setelah itu pula, Nana akan memutarbalikkan semua kata-kata Jalil, dan selalu berkata bahwa Jalil tidak akan pernah mengakui Mariam sebagai anaknya.
Menjelang ulang tahunnya yang ketiga belas, Mariam meminta hadiah istimewa dari Jalil, tapi ternyata di hari yang dinanti itu, Jalil tidak kunjung datang, dan membuat Mariam nekat pergi ke Herat, ke rumah mewah Jalil, di mana ia sama sekali tidak diterima. Kepergian Mariam ke rumah Jalil justru membawa petaka. Nana bunuh diri dan meninggalkan Mariam seorang diri. Jalil terpaksa membawa Mariam ke rumahnya. Buntutnya, Mariam dipaksa menikah dengan pria yang usianya jauh lebih tua, Rasheed dan dibawa pindah ke kota Kabul.
Pernikahan membawa penderitaan baru bagi Mariam, terlebih ketika ia mengalami keguguran dan membuat Rasheed mulai kasar padanya. Lalu, tokoh kedua adalah Laila. Ia tinggal bertetangga dengan Mariam dan Rasheed di Kabul. Anak seorang guru bernama Hakim dan ibu bernama Fariba. Kedua abang Laila pergi berjihad dan membuat Fariba hidup dalam kegelapan menanti kepulangan kedua anaknya. Untung Laila memiliki Babbi yang kuat dan sahabat yang baik bernama Tariq. Tariq selalu melindungi Laila dari gangguan anak-anak laki-laki yang jahil. Persahabatan yang membawa mereka pad` hubungan yang lebih jauh. Peperangan membuat banyak warga yang mengungsi ke Pakistan, termasuk keluarga Tariq. Keluarga Laila pun bersiap mengungsi ketika petaka lain datang. Membuat Laila sebatang kara.
Pasangan Mariam dan Rasheed mengurus Laila. Rasheed-lah yang menyelamatkan Laila saat musibah itu datang. Tapi, ternyata, semua itu bukanlah hal yang tulus. Rasheed bermaksud menikahi Laila yang usianya ketika itu hampir sama dengan Mariam ketika Rasheed menikahinya. Laila setuju, tapi, malah membuat Mariam mengambil sikap bermusuhan. Laila menjadi malika dalam rumah itu dan selalu dilindungi oleh Rasheed.
Tapi, sikap manis itu juga hanya sementara, yang langsung berubah ketika Laila melahirkan seorang anak perempuan. Inilah awal mula persahabatan Laila dan Mariam. Mereka berdua saling membela dan melindungi menghadapi kekasaran Rasheed. Situasi karena perang semakin tidak menentu. Keadaan dalam rumah tangga juga tidak kunjung membaik. Di tengah-tengah penderitaan, Laila dan Mariam berusaha mencari seribu mentari surga yang akan memberikan sinar dalam gelapnya dunia mereka. Khaled Hosseini kembali mencoba ‘mengobrak-abrik’ perasaan pembacanya, mencoba membuat pembaca bercucuran air mata lewat emosi yang ditampilkan dalam sosok Laila dan Mariam.
Download Ebook A Thousand Splendid Suns
Description: Download Ebook A Thousand Splendid Suns
Rating: 5.0
Reviewer: Admin
ItemReviewed: Download Ebook A Thousand Splendid Suns


